0

Inilah 10 Makanan Penyembuh

Posted by AMILIA on November 1, 2010 in Uncategorized |

Selalu ada aja yang keren news di yahoo…
Ne aku share untuk berbagi dengan temen-temen semua..
Enjoy reding it..
^_^

VIVAnews – Biarlah makanan menjadi obatmu. Kata-kata tabib Yunani kuno bernama Hippocrates itu begitu populer di dunia kedokteran. Pesan itulah yang kemudian mendorong para ilmuwan mencari tahu manfaat makanan bagi kesehatan tubuh.

Selama bertahun-tahun, para ahli gizi melakukan penelitian untuk mengidentifikasi manfaat nutrisi dari makanan tertentu. Mereka mempelajari protein, karbohidrat, kalori, lemak, mineral dan vitamin untuk menentukan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Berikut sejumlah makanan yang memberi banyak manfaat untuk tubuh, seperti dikutip laman Methods of Healing.

1. Madu

Penelitian menunjukkan bahwa madu mengandung antibakteri dan antivirus. Studi lebih dalam menyebut madu bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan baik untuk kesehatan pencernaan.

2. Green Tea

Penelitian menunjukkan, teh hijau membantu mengurangi risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung. Teh hijau juga diyakini membantu mencegah penyakit diabetes tipe dua dan osteoporosis, serta meredakan radang usus.

3. Kenari

Makan 1,5 ons kenari setiap hari bisa menjadi makanan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

4. Blueberry

Adalah salah satu buah dengan tingkat antioksidan tinggi. Kandungan zat di dalamnya membantu memperlambat penuaan, mengurangi risiko diabetes, menurunkan kolesterol, meningkatkan keterampilan motorik, serta menunjang kesehatan kemih dan penglihatan. Blueberry juga memiliki sifat antiinflamasi.

5. Delima

Sebagai buah kaya antioksidan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa delima membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko kanker tertentu.

6. Rempah-rempah

Kayu manis membantu menurunkan kolesterol dan menstabilkan gula darah. Jahe membantu memperbaiki kesehatan pencernaan, dan mengandung antiinflamasi. Manfaat jahe sebagai pencegah kanker juga tengah dipelajari. Sementara sifat antiinflamasi kunyit diyakini dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer serta mengurangi risiko kanker.

7. Yogurt

Yang terbaik adalah yogurt polos. Kandungan kalsium, magnesium, Vitamin B-2 & B-12, dan probiotik yang dikenal sebagai bakteri baik dalam usus, bermanfaat menyehatkan sistem pencernaan serta kekebalan tubuh. Konsumsi yogurt secara teratur juga diyakini membantu menurunkan kolesterol.

8. Cokelat hitam

Jenis cokelat ini menawarkan manfaat baik bagi sistem kardiovaskular serta perlindungan dari kanker. Tak hanya itu, mengonsumsi cokelat hitam juga bisa membangkitkan suasana hati yang baik untuk kesehatan emosional dan mental.

9. Salmon

Salmon kaya omega-3 asam lemak dan protein, rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan memiliki sifat antiinflamasi. Manfaat kesehatan ikan salmon termasuk pencegahan diabetes, Alzheimer, kanker serta menyehatkan sistem kardiovaskular.

10. Brokoli

Brokoli penuh dengan vitamin seperti asam folat, vitamin A, B6 dan K. Mineral seperti kalsium dan kalium membuatnya lebih sehat. Brokoli dianggap sebagai makanan penyembuhan yang diaktifkan oleh phytochemical indole-3-carbinol dan sulforaphane, membantu melawan kanker.

By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti – Minggu, 31 Oktober
Sumber link:

0

Mengapa Anda Perlu Rutin ke Dokter Gigi??

Posted by AMILIA on October 26, 2010 in Nice Info Gan |

Berhubung pernah punya pengalaman dengan dokter gigi..
Pas buka2 yahoo ketemu tulisan yang cukup bagus..
Berikut penjabarannya..
Met membaca…
^_^

Mengapa Anda Perlu Rutin ke Dokter Gigi
By Siswanto – Senin, 25 Oktober


Klinik dokter gigi

VIVAnews – Jarang memeriksakan barisan mutiara Anda ke dokter gigi, karena takut? Jika iya, jangan biarkan ketakutan ini membuat Anda ‘alergi’ mengecek kesehatan gigi. Sebab, ada beberapa penyakit yang berhubungan erat dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut.

Jika kebersihan dan kesehatan gigi Anda terjaga, tubuh juga akan kebal terhadap penyakit dan gangguan kesehatan berikut ini, seperti dikutip dari Shine.

1. Penyakit jantung

Studi yang dilakukan peneliti di Berkeley University, AS, menemukan, wanita yang merawat giginya dengan baik memiliki risiko rendah terkena serangan jantung.

“Orang yang punya infeksi kronis di rongga mulut punya risiko tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri koroner, “kata Sally Cram, penasihat konsumen untuk American Dental Association dan periodontist di Washington, DC

Cram menambahkan, “Bila Anda memiliki infeksi di sekitar gusi dan gigi, yang masuk ke dalam darah Anda, kondisi ini akan mempertebal dan menyempit tempat mereka. Jika Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, sangat penting untuk waspada tentang kesehatan mulut dan gigi.”

2. Kanker mulut

Tiap kali Anda mendapatkan perawatan gigi, keadaan gigi dan sekitarnya akan diperiksa sekaligus untuk mencari tahu apakah ada bengkak atau radang.

“Seringkali, kanker mulut tidak menunjukkan gejala. Dokter gigilah yang dapat menunjukannya pada Anda.” “Orang yang punya risiko tinggi terkena penyakit ini adalah perokok, dan orang yang sering konsumsi minuman beralkohol.”

3. Kekurangan gizi

Dengan melihat lidah dan gusi, dokter gigi mungkin dapat memberitahu jika tubuh kekurangan vitamin tertentu dan nutrisi. Yang perlu diwaspadai adalah warna lidah pucat, yang bisa menjadi tanda kekurangan zat besi.

4. Diabetes

Kondisi gigi dan gusi dapat menunjukkan apakah Anda terkena diabetes atau tidak. Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang terkena diabetes, Cram menyarankan agar Anda rutin berkonsultasi dengan dokter gigi. Mungkin kemudian Anda direkomendasikan untuk memeriksakan gigi secara rutin 2-4 kali setahun. (pet)

Sumber link:

http://id.news.yahoo.com/viva/20101025/tls-mengapa-anda-perlu-rutin-ke-dokter-g-34dae5e.html

1

“Hepatitis A”

Posted by AMILIA on October 18, 2010 in Konsultasi Gizi |

Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”. Penyakit hepatitis A yang ber-Genus Heparnavirus, terutama menyerang pada anak dan kaum dewasa muda. Penyakit yang dikenal juga sebagai penyakit kuning (jaundice) ini penularannya berbeda dengan HBV dan HCV, yakni melalui makanan dan minuman yang tercemar kotoran yang mengandung virus ini. Bersifat stabil, sel hati menyembunyikan virus dalam sel empedu untuk kemudian virus masuk ke dalam sistem pencernaan. Sebab itu, kotoran penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama periode infeksi.

Gejala

Waktu terekspos sampai terkena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. Gejala hepatitis A biasanya muncul akut, seperti gejala flu, mual, demam pusing yang terus menerus, air seni kemerahan, bagian bola mata yang putih menjadi kekuningan, dan perut sebelah kanan atas terasa sakit atau bebal. Namun pada anak-anak kadang kala tidak timbul gejala yang mencolok hanya demam tiba-tiba, hilang nafsu makan. Komplikasi akibat hepatitis A hampir tidak ada, kecuali pada para lansia atau seseorang yang memang sudah mengidap penyakit kronis hati atau sirosis.

Manifestasi Klinis

Umumnya Hepatitis Virus A menunjukkan gambaran klinis :

  1. Masa Inkubasi : Berlangsung kurang lebih 28 hari
  2. Masa Prodromal : 3-10 hari, rasa lesu/lemah badan, panas, mual sampai muntah, anoreksia, nyeri perut sebelah kanan
  3. Masa Ikterik : didahului urine berwarna coklat, sclera kuning, kemudian seluruh badan, puncak ikterik dalam 1-2 minggu, hepatomegali ringan yang nyeri tekan
  4. Masa Penyembuhan : ikterus berangsur berkurang dan hilang dalam 2-6 minggu,demikian pula anorksia, lemas badan dan hepatomegali. Penyembuhan sempurna sebagian besar terjadi dalam 3-4 bulan (PDT Ilmu Penyakit Dalam divisi Gasteroenterologi-Hepatologi)


Penularan

Penyakit Hepatitis disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran atau tinja penderita biasanya melalui makanan (fecel-oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah, selain itu akibat buruknya tingkat kebersihan. Yang bisa ditularkan lewat jarum suntik yang terkontaminasi atau melalui darah orang yang tercemar hepatitis A. Penelitian infektivitas menunjukkan bahwa risiko paling besar penularan hepatitis A adalah antara 2 minggu sebelum dan 1 minggu sesudah timbulnya ikterus. Penularan melalui jalan udara relative tidak begitu penting.

Komplikasi

Hepatitis virus kolestasis ditandai oleh kolestasis intrahepatik hebat, dengan ikterus berat, bilirubin dalam urine, dan tidak didapatkan urobilinogen di dalam urine dan tinja. Hepatitis virus fulminan ditandai oleh kegagalan hati akut yang terkait dengan nekrosis masif dan submasif sel hati, jarang pada hepatitis A, lebih sering pada hepatitis B dan C. Angka kematian jenis ini tinggi (Chandrasoma, 2006). Komplikasi akibat Hepatitits A hampir tidak ada kecuali pada para lansia atau seseorang yang memang sudah mengidap penyakit hati kronis atau sirosis.

Diagnosis

Untuk menegakan diagnosis maka diperlukan :

  1. Uji urin dan tinja. Bilirubin timbul dalam urin sebelum timbul ikterus, urobilinogenuria ditemukan pada akhir fase praikterik. Tinja menjadi pucat.
  2. Uji darah. Untuk mengecek kadar bilirubin, kadar enzim hepar, albumin, dan uji serologi.
  3. Biopsi hati.

Tindakan Pencegahan

Timbulnya hepatitis dalam barak-barak atau panti perawatan sering merupakan petunjuk sanitasi dan higiene perorangan yang buruk. Pengendaliannya langsung ditunjukkan pada pencegahan terkontaminasinya makanan, air, atau sumber-sumber lainnya oleh tinja. Kebersihan seperti mencuci tangan setelah buang iar besar atau sebelum makan, penggunaan piring dan alat makan sekali pakai., dan pemakaian disinfektan natrium hipoklorit 0,5% sangat penting dalam mencegah penyebaran HAV selama fase akut penyakit. Tindakan konservatif yang berlebihan, seperti penggunaan jubah, masker, dan sarung tangan, biasanya tidak perlu, kecuali jika hendaknya mengadakan kontak langsung dengan tinja atau benda-benda yang terkontaminasi tinja. Obat-obatan tradisional yang sudah terkenal dapat membantu mengobati gangguan pada hati adalah temulawak.

Syarat Diet Untuk Penderita Penyakit Hati

Tujuan pengaturan diet pada penderita penyakit hati adalah memberikan makanan cukup untuk mempercepat perbaikan fungsi tanpa memperberat kerja hati. Syaratnya adalah sebagai berikut :

  1. Kalori tinggi, kandungan karbohidrat tinggi, lemak sedang dan protein disesuaikan dengan keadaan penderita.
  2. Diet diberikan secara berangsur, disesuaikan dengan nafsu makan dan toleransi pendeita.
  3. Cukup vitamin dan mineral.
  4. Rendah garam atau cairan dibatasi bila terjadi penimbunan garam/air.
  5. Mudah dicerna dan tidak merangsang.
  6. Bahan makanan yang mengandung gas dihindakan.

Macam-Macam Diet Untuk Penderita Penyakit Hati

Diet 1

Untuk penderita sirosis hati yang berat dan hepatitis akut prekoma.
Biasanya diberikan makanan berupa cairan yang mengandung karbohidrat sederhana misalnya sari buah, sirop, teh manis. Pemberian protein sebaiknya dihindarkan. Bila terjadi penimbunan cairan atau sulit kencing maka pemberian cairan maksimum 1 liter perhari. Diet ini sebaiknya diberikan lebih dari 3 hari.
Diet 2

Diberikan bila keadaan akut atau prekoma sudah dapat diatasi dan mulai timbul nafsu makan. Diet berbentuk lunak atau dicincang, tergantung keadaan penderita. Asupan protein dibatasi hingga 30 gram perhari, dan lemak diberikan dalam bentuk yang mudah dicerna.

Diet 3

Untuk penderita yang nafsunya cukup baik. Bentuk makanan lunak atau biasa, tergantung keadaan penderita. Kandungan protein bisa sampai 1 g/kg berat badan, lemak sedang dalam bentuk yang mudah dicerna.

Diet 4

Untuk penderita yang nafsu makannya telah membaik, dapat menerima protein dan tidak menunjukan sirosis aktif. Bentuk makanan lunak atau biasa, tergantung kesanggupan penderita. Kalori, kandungan protein dan hidrat arang tinggi, lemak, vitamin dan mineral cukup.

Pemilihan Bahan Makanan Bagi Penderita Hepatitis :

  1. Hindari makanan yang dapat menimbulkan gas, seperti ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi, lobak, nangka, durian dan lain-lain.
  2. Hindari makanan yang telah diawetkan seperti sosis, ikan asin, kornet, dan lain-lain.
  3. Pilihlah bahan makanan yang kandungan lemaknya tidak banyak seperti daging yang tidak berlemak, ikan segar, ayam tanpa kulit.
  4. Sebaiknya pilih sayur-sayuran yang sedikit mengandung serat seperti bayam, wortel, bit, labu siam, kacang panjang muda, buncis muda, daun kangkung dan sebagainya.
  5. Bumbu-bumbu jangan terlalu merangsang. Salam, laos, kunyit, bawang merah, bawang putih dan ketumbar boleh dipakai tetapi jangan terlalu banyak.
  6. Hindarkan makanan yang terlalu berlemak seperti daging babi, usus, babat, otak, sum-sum dan santan kental.

Bagi penderita hepatitis, terapi diet sangat penting untuk dilakukan. Kandungan gizi pada terapi diet penderita hepatitis berbeda-beda tergantung pada kondisi penderita. Total kalori yang diberikan juga berbeda, tergantung besar badan dan aktifitas penderita. Selain itu, pada umumnya kurang baik jika terlalu banyak mengurangi lemak kecuali bila ada gejala kuning pada mata atau kulit. Lemak yang mengandung banyak asam lemak esensial seperti minyak nabati atau minyak ikan boleh diberikan seperti biasa.

Copyright © 2010-2015 lucyl07's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.